Skip to main content

Posts

Cebong dan Kampret sudah tidak ada lagi usai gibran bertemu rocky gerung

Wali Kota Solo   Gibran   Rakabuming Raka memastikan tidak akan ada lagi istilah cebong dan kampret usai putra Presiden Joko Widodo itu mengunjungi pengamat politik Rocky Gerung di Sentul, Jawa Barat, Jumat 23 September 2022. Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah aktivis yang kerap mengkritisi pemerintahan  Jokowi  itu tidak ada ketegangan. Bahkan, ia menyatakan keduanya berdiskusi santai. "Main aja. Kita semua saudara, sudah tidak ada lagi (istilah) cebong, kampret, dan lain-lain," kata Gibran di Surakarta, Sabtu 24 September 2022. Masalah sosial jadi pembahasan Ia juga mengunggah foto-foto pertemuannya dengan Rocky Gerung di akun media sosial miliknya. Sejumlah warganet menyambut baik dan mengapresiasi agenda tak resmi itu. Gibran juga memastikan tidak ada permusuhan dengan pihak mana pun. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas beberapa hal.  "(Membahas)  human genome ,  social movement , dan lain-lain," katanya. Ditanya soal kemungkinan kedua...
Recent posts

Menulis

Assalamu'alaikum wr wbr Ini pertama kali nya saya memulai untuk menulis sendiri. Banyak penulis senior yang menyarankan agar kita memulai segera tulisan kita sendiri. Makanya saya memberanikan untuk mulai menulis. Walaupun sampai saat ini saya juga tidak tau apa yang saya tulis, wkwkwk... jadi judul tulisan ini saya beri judul menulis bukan terarti tulisan ini mengajarkan tentang cara menulis yang baik ataupun mengajak orang orang untuk menulis, tapi dibuat judulnya menulis karna saya ingin menulis jadi judulnya menulis. Baiklah kita jelaskan dikit ya jadi,  Menurut wikipedia menulis itu adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Kalau kita lihat definisi menulis ini maka kita semua sebenarnya bisa menulis selama kita punya informasi apapun terus kita tuang kan informasi ke media dengan menggunakan aksara. ya mungkin aksara yang palling mudah huruf latin ini yang sudah kita pelajari sejak taman kanak kanak. Se...

MARTIL DAN PALU

Salah satu kegunaan martil adalah untuk memukul paku. Seandainya kita ini paku, yaitu sebagai obyek yang dipukul, pasti kita akan memberi reaksi terhadap martil yang kita rasakan begitu kejam. Akan timbul pertanyaan seperti , "Kenapa saya harus dipukul terus menerus? Apa engkau tidak dapat merasakan sakit yang harus saya alami?". Dilihat dari kedudukan si paku, reaksi tersebut sangat wajar. Tetapi si paku lupa, bahwa yang memegang martil adalah seorang tukang yang tentunya tahu apa yang harus dia lakukan. Sang Tukang tidak sembarang memukulkan martil ke paku, dia sedang menyelesaikan tugasnya; mungkin sedang membuat kursi, mungkin sedang membuat pintu, mungkin sedang membuat meja. Pendek kata Sang Tukang melakukan itu untuk suatu tujuan tertentu. Kekecewaan, perasaan sakit dalam hati, kesedihan dalam hidup kita, ibaratnya seperti martil. Ia memukul dalam bermacam-macam bentuk; penyakit yang fatal atau tidak lekas sembuh, kesukaran dalam hidup suami-isteri,...

KEBIASAAN PEMENANG

 Jika Anda ingin menang--- dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula. Untuk melakukan ini Anda harus meniru para pemenang tersebut yaitu orang-orang yang sudah mencapai berbagai hal besar di dalam hidup mereka. Bagaimana kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang ?  • Mereka berani. Sama halnya dengan semua manusia, mereka merasakan ketakutan, tetapi mereka sudah menguasai rasa takut dan bisa mengatasinya. Sebeneranya mereka melihat bahwa ada hal-hal yang menakutkan di dunia ini, terutama ketidakpastian dan resiko. Tetapi mereka melihat sebagian besar di dunia ini begitu banyak peluang dan tantangan.  • Mereka pandai bervisualisasi. Mereka mempunyai kemampuan untuk membayangkan masa depan, bahkan sampai detail. Mereka mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan merasa lebih be...

JAM

   Alkisah, seorang Pembuat jam tangan berkata kepada Jam yang sedang dibuatnya. "Hai Jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?"  "Hah?" kata Jam terperanjat, "Mana sanggup saya?" "Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab Jam penuh keraguan. "Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali? Banyak sekali itu"                                                                     tetap saja Jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya. Tukang jam itu dengan penuh kesabaran ...